Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) - Peringatan Hari Pendidikan Nasional


Televisinet, TV INTERNET INDONESIA
PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Oleh : Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Industri Katering Dan Yayasan Central Proteina Prima (CP Prima)

Pendidikan Nasional di Indonesia selalu
dikaitkan dengan pentingnya pendidikan formal bagi anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Padahal, pendidikan vital untuk pembentukan karakter anak sebagai penerus bangsa bermula dari dalam keluarga terutama orang tua.

Perempuan masa kini telah memasuki era emansipasi, di mana perempuan dapat berkegiatan sesuai dengan bidang yang mereka kehendaki, mengejar karier maupun pendidikan setinggi-tingginya. Timbulnya emansipasi dan hak perempuan dalam mendapatkan kedudukan yang setara di Indonesia digaungi oleh seorang pahlawan perempuan, Raden Ajeng Kartini yang melihat adanya diskriminasi perempuan di masa lalu.

Tidak hanya masalah kesetaraan hak dan emansipasi, di sisi lain perempuan sebagai seorang Ibu memiliki peran penting dalam mendidik dan membina keluarga khususnya terhadap anak-anak. Salah satu bentuk pengikat untuk membina keharmonisan dan keselarasan keluarga yang dapat dilakukan oleh seorang Ibu yaitu melalui masakan. Tidak hanya masakan enak, masakan yang sehat dan bergizi hasil karya seorang Ibu dapat membantu meningkatkan kecerdasan seorang anak.

Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Kartini dengan waktu berdekatan, yaitu tanggal 21 April dan 2 Mei, Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Industri Katering menggelar kegiatan bertema "Peran Perempuan dalam Memberikan Pendidikan Terhadap Keluarga". Defi Cahayati selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini mendorong upaya penguatan peran perempuan dalam membentuk generasi bangsa yang lebih baik, khususnya di dalam keluarga. Selain itu pun Agus Sudono selaku Ketua Program Studi Manajemen Industri Katering Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial menyampaikan pula bahwa kegiatan ini pun dilaksanakan berkat kerjasama dengan Yayasan CP Prima. Yayasan ini memiliki kesamaan visi untuk berusaha meningkatkan peran Ibu dalam mengasah kreatifitas anak bangsa dalam berkarya dan berinovasi, serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki Ibu dan Anak untuk berkarya di masa mendatang.

Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu (4 Mei 2014), pukul 08.00 s/d selesai dan bertempat di Ruang Auditorium dan Ruang Pertemuan Gedung Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan SosialUniversitas Pendidikan Indonesia di kota Bandung. Adapun maksud dan tujuan secara umumdiselenggarakannya acara ini adalah sebagai berikut :

1. Memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2014
2. Menanamkan nilai sejarah kepada generasi muda Indonesia di tingkat Sekolah Dasar(SD).
3. Mewariskan budaya gastronomi Indonesia melalui peningkatan keterampilan wanita yang menyajikan hidangan penuh kasih saying kepada keluarganya.
4. Menananmkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda.
5. Menjadi ajang kreatifitas bagi siswa dan masyarakat.
6. Mewariskan nilai-nilai gastronomi tradisional Indonesia dari ibu kepada anaknya.
7. Menciptakan kerjasama dan kekompakan antara ibu dan anak lewat perlombaan yangdiselenggarakan.
8. Mengasah kreatifitas anak Indonesia serta menumbuhkan rasa percaya dirinya.

Peserta kegiatan adalah siswa/siswi Sekolah Dasar, para guru-guru Sekolah Dasar, iburumah tangga, wanita karir serta padepokan seni tari se Jawa Barat. Selain itu pun terdapat partisipasi dari mahasiswa di berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia.

Paulus Nurwadono Sekretaris Yayasan CP Prima sebagai pendukung utama kegiatan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Industri Katering menyampaikan, "Pendidikan dalam keluarga adalah kunci utama dalam membentuk karakter generasi muda sebagai bangsa yang memiliki keunggulan kompetitif. Wanita memegang peranan penting dalam mendidik anak-anaknya menjadi manusia unggul sebagai penerus bangsa di masa depan. Tanpa adanya peran ibu yang memiliki kemampuan yang mengayomi dan mendukung sikap dan perilaku yang unggul dari anak-anaknya maka akan sulit bagi generasi muda memiliki kemampuan dalam menghadapi era globalisasi seperti saat ini. Bukan hanya kecerdasan intelektual namun kecerdasan emosional, dan beragam kecerdasan lainnya diharapkan dapat dimiliki anak-anak kita dalam mempersiapkan dirinya menghadapi beragam tantangan menjadikan bangsa ini dapat menyejajarkan diri dengan negara-negara lainnya. Wanita sebaiknya juga memperhatikan benar bahwa anak adalah aset bangsa yang patut dijaga sebaik-baiknya, walaupun dengan beragam perkembangan zaman dimana karier terbuka lebar bagi wanita saat ini."

Wawancara :
DR. Elly Malihah
Paulus Nurwadono
Iwan Rusnawan
Vita Datau