Jokowi Menghadiri Sarasehan NU Se-Indonesia di Depok

Televisinet, TV INTERNET INDONESIA
Dalam Rangka Menyambut Munas Nu Yang Akan Datang, Warga Nahdliyin Seluruh Indonesia Menyelenggarakan Halal Bi Halal Dan Sarasehan Nasional Ulama Pesantren Dan Cendekiawan Yang Di Ikuti Oleh Seluruh Dewan Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama Se Indonesia Di Pesantren Al-Hikam Milik Hasyim Muzadi, Kecamatan Bedji Kota Depok Dari Tanggal 22 Agustus 2014 Hingga 24 Agustus 2014. Hadir Dalam Acara Tersebut Presiden Terpilih Joko Widodo, Panglima Tni Jendral Moeldoko, Letjen Purnawirawan Syaiful Sulun Dan Prof.Jimly Ashshidiqie

Ketika Di Wawancarai Wartawan, Ulama Muda Nu, Cholid Nafi Mengatakan Bahwa Pada Prinsipnya Warga Nahdliyin Dengan Tegas Menolak Terhadap Isis. Karena Dari Aspek Negara Konteksnya Berbeda Dengan Nkri. Bagi Isis Adalah Suatu Kondisi Di Mana Mereka Sedang Mengalami Konflik sedangkan Kita Aman Aman Saja, Oleh Karena Itu Dari Aspek Theologis Kajian Keagamaan Dan Aspek Ketata Negaraan Serta Aspek Sosiologis Sangat Berbeda Dengan Dengan Nkri, Oleh Karena Itu Khilafah Model Isis Di Tolak Oleh Warga Nahdliyin

Sementara Prof Jimly Terkait Dengan Sengketa Capres Di Mana Kubu Prabowo Berencana Akan Mengajukan Masalah Ini Ke Mahkamah Agung Dikatakan Itu Syah Syah Saja Untuk Memelihara Soliditas Kekuatan Bersama dalam Persaingan Merebut Kepemimpinan Di Parlemen Kelak.

Sementara Jokowi Mengatakan Subsidi Minyak Itu Besar Sekali Akibatnya Bila Tidak Di Naik Kan Sekarang Akan Berimbas Pada Cash Flow. Untuk Itu Kita Harus Mengalihkan Subsidi Bbm Ke Bidang Usaha PRoduktif Lain Nya.

Wwc I : Chalid Nafis / Ulama Muda Nu
Wwc II: Prof.Jimly Ashshidiqie
Wwc III : Jokowi/ Presiden Terpilih

Bedjo Mulyono, Televisinet.Com Melaporkan