HDI Indonesia Berpartisipasi dalam Ajang International Biomolecular Medicine Conference

Televisinet, TV INTERNET INDONESIA
Globalisasi telah menciptakan perubahan signifikan yang membuat masalah kesehatan menjadi lebih kompleks. Perubahan lingkungan dan sosial-ekonomi serta pesatnya perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi mendesak masyarakat untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang lebih baik. Saat ini, tenaga profesional kesehatan hadir dengan multi-disiplin dan multi-profesional sehingga lebih tepat dalam proses pengambilan keputusan.
Perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi, termasuk jasa diagnostik dan terapeutik, semakin menekankan pentingnya obat-obatan biomolekuler. Fenomena baru ini membutuhkan sumber daya manusia di bidang kesehatan dalam mengaplikasikan ilmu kedokteran dasar ke layanan kesehatan.


Dalam rangka menanggapi tantangan tersebut, HDI Indonesia turut serta dalam konferensi internasional yang dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK UNPAD) yang bekerja sama dengan Aliansi Strategis Internasional. Konferensi tersebut adalah International Biomolecular Medicine Conference. Konferensi internasional yang diselenggarakan ketiga kalinya ini menampilkan pembicara ahli dari berbagai negara, seperti Jerman, Thailand, Jepang, Singapura, Swedia, Amerika, Belanda, dan Indonesia.
Tujuan konferensi itu adalah untuk menampilkan dan menyebarkan hasil penelitian medis, terutama di bidang kedokteran biomolekuler. Kemampuan tenaga kesehatan profesional dalam merujukkan obat biomolekuler kepada masyarakat sangat diperlukan sehingga pengetahuan tentang biomolekuler menjadi kebutuhan bagi para tenaga kesehatan di lapangan.

Banyak pemateri ahli memberi paparan pada acara ini, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah Prof. dr. H. Aznan Lelo, Ph.D, Sp.FK. Dalam presentasinya di acara tersebut, ahli farmakologi dari FK USU sekaligus peneliti produk perlebahan ini menjelaskan tentang pengaruh ekstrak propolis dalam pembentukan aterosklerosis pada tikus yang sebelumnya disuntik Streptozocin (STZ). Dalam salah satu produk propolis, yaitu HDI Propoelix, terdapat kandungan CAPE (Caffeic Acid Penethyl Ester). CAPE adalah senyawa yang mampu menghambat peradangan (anti-inflamasi). Penelitian tersebut menunjukkan hasil yang signifikan, yaitu pemberian ekstrak propolis tidak meningkat kadar gula dalam darah (Blood Glucose Level). Selain itu, ekstrak propolis efektif meningkatkan kekenyalan dinding aorta sehingga menjadi fleksibel dan tidak mudah pecah.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Manajemen HDI Indonesia, Ibu Alva Paloma, Senior Business & Product Development Manager, menyampaikan bahwa HDI selalu aktif terlibat dalam penelitan kesehatan dan serius dalam memberikan informasi mengenai HDI Propoelix sehingga masyarakat Indonesia mengetahui produk yang baik bagi kesehatan mereka.
HDI sebagai perusahaan network marketing bertaraf international mengkhususkan diri pada produk-produk kesehatan berbasis perlebahan. Salah satunya adalah HDI Propoelix yang merupakan hasil penemuan revolusioner di bidang kesehatan. HDI Propoelix merupakan kombinasi propolis yang berasal dari berbagai belahan dunia yang disebut sebagai Super Blend yang setelah melalui proses ekstraksi berteknologi khusus.
Acara ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan menambah wawasan mengenai manfaat produk perlebahan yang telah teruji secara klinis.